Latest Posts
Cara Mudah Menghafal Al-Qur’an lewat Audio
Image Source

Seperti yang kita ketahui ada 3 cara umum untuk menghafal Al-Qur’an yaitu: visual, audio dan kinestetik. Menghafal Al-Qur’an secara visual yaitu dengan cara membacanya terlebih dahulu, cara menghafal Al-Qur’an seperti ini banyak diterapkan oleh masyarakat pada umumnya, menitikberatkan fokus pada penglihatan (visual), namun sayangnya cara ini tidak dapat dilakukan oleh saudara kita yang memiliki gangguan pada penglihatan (buta).

Sedangkan menghafal Al-Qur’an dengan cara kinestetik adalah menghafal Al-Qur’an yang mengandalkan beberapa gerakan khusus yang sengaja dilakukan pada saat sedang menghafalkan Al-Qur’an. Gerakan ini sengaja diterapkan karena akan memudahkan untuk mengingat ayat-ayat Al-Qur’an dengan mengingat posisi/gerakan tertentu pula. Misalnya, menggerakkan tangan kanan pada saat sedang menghafalkan ayat yang menjelaskan tentang keadaan surga yang indah, dan menggerakkan tangan kiri untuk mengingat ayat-ayat tentang azab, ancaman atau neraka. Gerakan ini tidak mutlak, beberapa diantaranya bisa saja diubah atau dimodifikasi sesuka hati (fleksibel).

Selanjutnya adalah menghafal Al-Qur’an dengan cara audio. Cara ini sangatlah membantu saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan penglihatan (buta). Meskipun indera penglihatannya tidak berfungsi maka orang tersebut dapat memanfaatkan indera pendengaran (audio) untuk menghafal Al-Qur’an. Perlu diketahui, menghafal Al-Qur’an dengan cara audio tidak hanya dapat dipraktikkan oleh orang-orang yang buta, bagi kita yang telah Allah anugerahkan fungsi penglihatan dengan normal maka dapat menerapkan cara ini, tentunya dengan mengkolaborasikan indera penglihatan (visual) dan indera pendengaran (audio).


Lalu bagaimana cara menghafal Al-Qur’an melalui audio (pendengaran)? Berikut beberapa trik singkat dari saya:

- Gunakan kaset tape/MP3/Aplikasi Android yang dapat memutar murottal Al-Qur’an.

- Mulailah mendengar murottal tersebut dari beberapa surah yang termasuk mudah, misalnya surah-surah yang ada di Juz Amma (Juz 30), surah An-Naba’, An-Nazi’at, Muthaffifin dan sebagainya.

- Mulailah dengan mendengar satu surah terlebih dahulu secara berulang-ulang. Minimal mendengarkannya sebanyak 20 kali. Setiap surah tersebut berakhir maka diulang lagi, diulang lagi sampai 20 kali ulang, begitu seterusnya.

- Setelah mendengarkan surah tersebut (misalnya surah An-Naba’) sebanyak 20 kali secara berulang-ulang maka mulailah ikuti lantunan ayat per ayatnya. Ikuti secara perlahan.

- Lakukanlah secara kontinyu. Anda dapat mendengarkan surah An-Naba’ tersebut sebanyak 20 kali setelah selesai sholat wajib 5 waktu. Dengarkan surah ini secara berulang-ulang selama 3 hari saja, insya allah secara perlahan rekaman audio dari Surah tersebut akan tersimpan di memori Anda. Insya Allah.

- Lakukan proses ini selama 1 minggu, maka insya allah surah An-Naba’ akan tersimpan dimemori otak anda dan setelah itu insya Allah anda dapat menghafal surah An-Naba’ tanpa bantuan tape/MP3/Aplikasi Android lagi. Insya Allah.

- Dengarkanlah dengan penuh rasa khusyu’, hadirkan perasaan cinta kepada Al-Qur’an, dan ta’zhimlah kepada Al-Qur’an yang penuh dengan kemuliaan.


Perlu saya tekankan, bahwa kegiatan menghafal Al-Qur’an tidak selalunya mengandalkan metode, termasuk metode/cara menghafal Al-Qur’an yang saya sampaikan diatas. Pada intinya, kekuatan doa dan kesungguhan ikhtiarlah yang menjadi penentunya. Berdoalah kepada Allah agar selalu diberi istiqomah mencintai Al-Qur’an sampai akhir hayat.

Tidak tertutup kemungkinan ditengah perjalanan Anda menghafal Al-Qur’an Anda akan menemukan sendiri cara menghafal Al-Qur’an yang anda senangi, silahkan praktikkan!
Cara menghafal Al-Qur’an yang paling mudah


Alhamdulillahirabbil’alamin. Segala puji bagi Allah SWT yang telah memudahkan Al-Qur’an untuk diingat (dihafal). Hal ini telah difirmankan Allah SWT dalam surah Al-Qomar sebanyak 4 kali, artinya ayat ini merupakan 'senjata' bagi para siapa saja yang ingin menghafal Al-Qur’an. Ingat bahwa Al-Qur’an telah Allah mudahkan untuk dihafal, kami ulangi lagi bahwa AL-QURAN TELAH DIMUDAHKAN UNTUK DIHAFAL. Lantas apalagi alasan kita untuk menunda menghafal Al-Qur’an?

Cara Menghafal Al-Qur’an yang paling mudah

Ada banyak sekali metode atau cara untuk menghafal Al-Qur’an, Anda bisa menemukannya di Google, buku maupun dengan menontonnya di YouTube. Akan tetapi, pada artikel kali ini saya kembali ingin berbagi sedikit pengalaman untuk menghafal Al-Qur’an yang paling mudah (menurut saya).

Hal pertama yang harus dilakukan adalah membereskan terlebih dahulu cara membaca Al-Qur’an Anda. Menurut pengalaman pribadi saya, jika bacaan Al-Qur’an telah sesuai dengan tajwid maka insya allah Al-Qur’an pun akan mudah untuk dihafal.

Hal selanjutnya adalah Anda hanya perlu membaca halaman/lembaran yang ingin dihafal secara berulang-ulang. Namun, agar lebih sistematis Anda perlu menetapkan jumlah pengulangan setiap halaman/lembaran yang ingin dihafal. Sebagai contoh, Anda ingin menghafal halaman 2 dari surah Al-Baqarah maka bacalah halaman tersebut (halaman 2) secara berulang-ulang sebanyak 20 kali. Mengapa harus 20 kali? Insya Allah dengan dibaca 20 kali maka ayat-ayat yang ada dihalaman tersebut akan terhafal dengan sendirinya. Insya Allah.

Lalu apakah ada hal tekhnis lainnya?

Ada, berikut hal-hal tekhnis yang harus Anda lakukan dalam proses menghafal Al-Qur’an dengan cara seperti ini:

1. Bacalah dengan tartil (tidak terlalu pelan, dan tidak pula terlalu cepat)
2. Bacalah sesuai tajwid (izhar, idhgam, iqlab, sertakan dengan mad, dll)
3. Keraskan dan jelaskan suara anda (minimal terdengar oleh telinga sendiri)
4. Ketika sudah mengulang bacaan sebanyak 20 kali maka segera perdengarkan/setorkan hafalan tersebut kepada orang yang Anda anggap mahir membaca Al-Qur’an. Boleh kepada orangtua dirumah, kepada teman kelas, kepada adik, kakak, dll

Nah, itulah proses yang paling mudah untuk menghafal Al-Qur’an. Cara ini sangat praktis dan bisa Anda lakukan sekarang juga, tidak bertele-tele. Bagi Anda yang baru saja mulai menghafal Al-Qur’an mulailah terlebih dahulu dengan menghafal surah Al-Baqarah, agar teratur.

Sekian, mudah-mudahan dapat membantu dan saya sangat berterimakasih kepada Anda yang sedang membaca artikel ini untuk menyebarkannya kepada siapa saja. Mudah-mudahan jadi penyemangat yang lain untuk turut menghafal Al-Qur’an.
Cara Menghafal Qur'an untuk Anak


Sebelum kita memulai membahas artikel yang membahas cara menghafal Qur’an untuk anak ini, perlu kita ketahui bahwa sebenarnya Allah SWT telah mudahkan al-Qu’ran untuk dihafal oleh siapa saja, umur berapa saja, dan dari suku mana saja. Banyak yang dapat kita saksikan bahwa bagaimana orang yang tidak sama sekali mengerti bahasa arab mampu menghafal al-Qur’an tanpa kendala sedikitpun.

Al-Qur’an mempunyai keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan kitab atau buku-buku lainnya. Kita ketahui bersama bahwa Allah SWT yang memilikinya, itu berarti siapa saja yang dikehendaki oleh-Nya berarti dapat dengan mudah untuk menghafal al-Qur’an, siapa saja! Bahkan dalam sebuah video yang diliris oleh Syeikh Fahd Al-Kandari diberitakan bahwa orang yang mengalami cacat fisik (buta) pun dapat menghafal al-Qur’an. Yaph! Benar sekali, orang buta pun bisa menghafal al-Qur’an, apalagi yang tidak buta!

Saat ini pun saya dipercaya untuk mengajarkan anak berusia dibawah 6 tahun untuk menghafal al-Qur’an, lagi-lagi saya saksikan bahwa meskipun anak tersebut belum bisa membaca al-Qur’an tapi melalui sistem talaqqi (audio) anak tersebut dapat dengan mudah untuk menghafal al-Qur’an. Maha suci Allah! Oleh karena itu, saya memberanikan diri untuk menulis artikel yang berkaitan dengan cara menghafal al-Qur’an untuk anak. Insya allah bapak ibu dirumah dapat menerapkan kepada buah hatinya.

Sudah banyak metode menghafal al-Qur’an untuk anak yang bisa kita temui dibeberapa tempat seperti dapat membeli bukunya, atau mendapatkan informasi dari Google. Ada pula yang menggagas cara menghafal al-Qur’an dengan jari, dan ada juga metode menghafal al-Qur’an semudah tersenyum. Jujur saja, saya bahagia sekali menyaksikan hal tersebut. Dewasa ini banyak orang yang berlomba-lomba dalam hal kebaikan, mereka berlomba-lomba menciptakan metode menghafal al-Qur’an secara mudah. Ada baiknya hal ini kita tanggapi secara positif dengan maksud syiar.

Lalu bagaimana cara menghafal al-Qur’an yang dapat kita terapkan untuk anak? Berikut ulasan yang dapat saya bagikan.

Dalam praktiknya, menghafal al-Qur’an dapat dibagi menjadi dalam 3 cara yakni dengan cara melihat/membaca (visual), mendengar (audio) dan kinestetik (merespon gerakan). Cara yang paling sering digunakan sampai sekarang adalah dengan cara membacanya atau melalui cara yang visual. Akan tetapi, kita perlu mengetahui bahwa kekuatan pendengaran (audio) pun dapat menjadi cara untuk menghafal al-Qur’an, terutama untuk anak-anak.

Artikel ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi dalam mengajarkan acut (nama santri saya) yang saat ini sedang menghafal surah An-Naba’.

Acut berusia dibawah 6 tahun dan belum bisa sama sekali untuk membaca al-Qur’an dengan baik dan benar, bahkan acut hanya mengetahui beberapa huruf hijaiyyah, belum tau semuanya. Awalnya saya agak pesimis, bagaimana bisa anak tersebut menghafal al-Qur’an sedangkan dia belum bisa membaca? Akan tetapi dengan keyakinan saya terhadap Allah SWT Yang Maha Memudahkan, akhirnya saya mengajarkan acut menghafal al-Qur’an yang dimulai dari surah An-Naba’.

Metode apa yang saya lakukan?

1. Mengajarkan Adab

Adab ketika bersama al-Qur’an bagi saya adalah merupakan pilar penting sebelum menghafalnya. Oleh sebab itu saya beritahu beberapa adab penting kepada acut sebelum menghafal al-Qur’an seperti berwudhu’ terlebih dahulu, berpakaian yang sopan (menutup aurat) dan duduk menghadap kiblat.

2. Menciptakan suasana yang menyenangkan

Namanya saja anak-anak, pastilah ada perilaku khas mereka saat sedang menghafal al-Qur’an. Saya sadar hal itu tidak boleh tidak dianggap penting. Oleh sebab itu saya pun turut membaur dalam suasana tersebut, tentu suasana yang dianggap menyenangkan oleh anak-anak. Misalnya kita sebagai orang yang mengajarkannya harus selalu terlihat riang, senang dan tersenyum. Perlu ada dialek komunikasi yang kekanak-kanakan, hal ini agar kita menyatu dengan anak nantinya.

3. Mendengarkan Bacaan al-Qur’an (audio)

Inilah proses awal saat kita sedang ‘mentransfer’ bacaan yang kita ucapkan untuk kemudian diingat oleh anak. Sebelumnya, pastikan bapak/ibunya atau siapa saja yang ingin mengajarkan sudah dapat membaca al-Qur’an sesuai ilmu tajwid yang ada. Apabila orang tua dihadapkan beberapa kendala dalam hal ini, maka saya sangat menganjurkan orang tua untuk memanggil guru al-Qur’an kerumah untuk mengajarkan anaknya menghafal al-Qur’an.

Bagaimana cara memperdengarkan bacaan al-Qur’an kepada anak?

- Mulailah dengan ayat-ayat yang mudah dihafal. Dapat memulainya dengan menghafal Juz 30/Juz ‘Amma sebagai latihan.

- Punya target setoran per hari. Saya menargetkan acut dapat menghafal 2 ayat baru setiap 1 kali pertemuan. Nah, kamu bisa menentukan sendiri target setoran hafalan untuk anak. Buat target setoran yang wajar, jangan kebanyakan untuk tahap awal.

- Membacanya (memperdengarkan) dengan suara lantang dan jelas. Suara kamu harus mendominasi ruangan, agar si anak terpusat hanya kepada suara tersebut, tidak terpengaruh dengan suara yang lainnya.

- Posisi duduk dengan anak berdekatan dan saling berhadapan atau face to face.

- Bacakan dan perdengarkan ayat tersebut sebanyak 20 kali secara perlahan dan diulang-ulang.

- Kemudian minta si anak untuk mengikuti bacaan tersebut dan ulangilah sebanyak 10 kali.

- Setelah itu, minta anak untuk memperdengarkan ayat tersebut kepada kamu (pengajar) sebanyak 5 kali ulang.

- Jika masih ada beberapa kalimat yang masih sering lupa maka tekankan perhatian si anak pada kalimat yang lupa tersebut. Komunikasi yang baik kepada si anak adalah kuncinya.

- Jika ayat 1 (contoh) sudah terhafal oleh anak maka mintalah si anak untuk mendengarkan ayat yang ke-2 (contoh).

- Lalu lanjutkan memperdengarkan ayat ke-2 kepada si anak dengan mengulangi proses yang sama ketika memperdengarkan ayat ke-1.

- Perhatikan kondisi anak, jika anak sudah kelihatan tidak betah, maka persilahkanlah anak untuk sekedar minum atau bercerita sedikit tentang keutamaan menghafal al-Qur’an.

- Jika si anak sudah mampu menghafal kedua ayat tersebut, maka ulangilah memperdengarkan ayat 1 dan ayat 2 dengan menggabungkannya sebanyak 10 kali.

- Setelah itu mintalah kesediaan si anak untuk mengikutinya dan mengulang ayat 1 dan ayat 2 sebanyak 5 kali.

- Dan pada akhirnya mintalah anak untuk memperdengarkan (menyetorkan) 2 ayat tersebut dan mintalah dia mengulanginya sebanyak 5 kali. Selesai!

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:


  • Hanya menggunakan waktu paling lama 30 menit. Lebih dari itu biasanya anak mulai tidak betah dan bosan.
  • Memilih waktu terbaik. Perhatikan terlebih dahulu dijam-jam berapa si anak terlihat ceria dan menyenangkan. Pada jam itulah jam terbaik untuk menghafal.
  • Gunakan al-Qur’an khusus untuk anak. Al-Qur’an tersebut biasanya dilengkapi dengan ilustrasi yang mempunyai warna-warna yang disukai oleh anak. Al-Qur’an jenis ini banyak sekali dijual di toko-toko buku. Nah, gunakanlah al-Qur’an yang seperti ini.


Didalam praktiknya akan berkembang lagi berbagai pendekatan dalam proses menghafal al-Qur’an untuk anak ini. Oleh sebab itu, artikel ini insya allah tidak akan berhenti disini. Khusus menghafal al-Qur’an bagi anak, tentunya masih ada beberapa hal yang perlu diketahui, hal ini pun akan didapatkan jika kita terjun langsung untuk mengajarkan anak kita menghafal al-Qur’an.

Apa yang saya bagikan diatas tidak bersifat mutlak alias sangat fleksibel. Segala sesuatunya akan tergantung pada kesungguhan si anak, perilaku si anak, dan keikhlasan orang tua dalam mengajarkannya. Jika kamu ingin mempraktikkan cara diatas silahkan, jika kamu ingin memodifikasinya juga silahkan, karena inti dari semua ini adalah bagaimana anak kita dapat menghafal al-Qur’an, boleh menggunakan cara apa saja.

Demikianlah artikel cara menghafal Quran untuk anak. Mudah-mudahan menjadi sebab hidayah untuk kita semuanya. Terlebih orang tuanya yang bisa saja terinspirasi dari si anak sehingga muncul keinginan untuk menghafal al-Qur’an. Insya allah.
Mengenal Makharijul Huruf

Setelah mengetahui beberapa fadhilah membaca al-Qur’an beserta adab-adabnya, sekarang marilah kita mengetahui pembahasan mengenai Makharijul Huruf. Apa itu makharijul huruf? Secara defisini, makharijul terbagi menjadi 2 pembahasan yakni pembahasan secara bahasa dan istilah.

Menurut bahasa makharijul huruf berarti tempat keluar. Menurut istilah yaitu tempat keluarnya huruf yang membedakan antara satu huruf dengan huruf lainnya. Secara umum makharijul huruf terbagi menjadi 5 tempat yaitu:


1. Al-Jauf (rongga mulut dan tenggorokan)

Dari makhraj ini keluar suaru huruf-huruf mad, yaitu: و _____ , ي ____ , ا ____ dengan syarat huruf waw diucapkan dengan bibir yang dimonyongkan, sedangkah huruf ya’ dengan menurunkan bibir bawah dan alif dengan membuka mulut secara sempurna.

2. Al-Halq (tenggorokan)

Tenggorokan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:


  1. Pangkal tenggorokan : ه ______ ء
  2. Tengah tenggorokan : ع ______ ح
  3. Ujung tenggorokan : غ ______ خ


3. Al-Lisan (lidah)

Lidah dibagi menjadi 5 bagian yaitu:


  • Pangkal lidah yaitu : ك ____ ق
  • Tengah lidah yaitu : ي __ ش ___ ج
  • Dua sisi lidah yaitu : ض
  • Ujung lidah, setelah ض secara beriringan yaitu : ر ____ ن ______ ل
  • Tepi ujung lidah, dibagi lagi menjadi 3 bahagian yaitu:


  1. Huruf yang kelur ketika lidah bertemu dengan gusi atas: ط___ ت ____ د
  2. Huruf yang keluar ketika lidah bertemu dengan ujung gigi atas:ظ___ ث ____ ذ
  3. Huruf yang keluar ketika lidah bertemu antara gigi atas dan gigi bawah: ص___ ز ____ س

  • Dua bibir yaitu:


  1. Dua bibir tertutup : م ____ ب
  2. Dua bibir membentuk bulatan : و
  3. Bibir bawah bagian dalam bertemu ujung gigi atas : ف


4. Al-Khaisyum (rongga hidung)

Dari makhraj ini keluar suara ghunnah (dengung) dengan segala bentuknya.

Agar lebih memantapkan proses pengenalan makharijul huruf ini kamu bisa melatihnya dengan cara membacakan surah Al-Fatihah dan surah Al-Lail. 2 surat tersebut terdapat banyak makhraj yang akan membuat kamu terlatih mengucapkan huruf-huruf yang semestinya diucapkan sesuai dengan ketentuan dari makharijul huruf.

Apa pentingnya mengenal makharijul huruf dalam kaitannya dengan proses menghafal al-Qur’an?

Seperti yang sudah diketahui banyak orang bahwa dengan memahami ilmu tajwid secara menyeluruh (termasuk makharijul huruf) seseorang akan dapat membaca al-Qur’an dengan baik dan benar. Nah, jika sudah membaca al-Qur’an sesuai ilmu tajwid maka proses menghafal al-Qur’an pun menjadi mudah, insya allah.

Saya selalu setuju bahwa syarat seseorang dapat menghafal al-Qur’an dengan mudah adalah dengan terlebih dahulu dapat membaca al-Qur’an dengan baik dan benar. Ilmu tajwid tidak terlepas dari proses menghafal al-Qur’an. Ilmu tajwid dan proses menghafal al-Qur’an adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan oleh seseorang yang ingin atau sedang menghafal al-Qur’an, keduanya harus dijalankan secara bersamaan.

Dari pengalaman saya belajar dan mengajarkan al-Qur’an, ilmu tajwid sangat mempengaruhi tingkat kelancaran dalam menghafal al-Qur’an. Banyak orang yang ingin menghafal al-Qur’an tapi tidak beres ilmu tajwidnya maka akan mengalami berbagai masalah seperti sulit untuk masuknya hafalan, dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, bagi kamu yang ingin menghafal al-Qur’an ada baiknya mempelajari kaidah imu tajwid terlebih dahulu. Kamu bisa belajar dengan bergabung di halaqoh atau pengajian-pengajian yang ada sekitar tempat tinggalmu. Disana kamu bisa mempelajari bagaimana cara mengucapkan huruf-huruf arab (hijaiyyah) dengan sempurna. Jika proses itu sudah kamu lalui maka besar kemungkinan kamu akan dapat menghafal al-Qur’an dengan mudah.

Mudah-mudahan melalui artikel ini, kamu dapat mengenal makhrijul huruf sebagai bagian dalam pembelajaran ilmu tajwid. Sebenarnya pada proses pembelajaran makharijul huruf ini ada baiknya kamu dapat langsung berguru kepada seorang ustadz, karena proses mempelajari makharijul huruf ini lebih baik dengan sistem talaqqi atau face to face dengan seorang guru al-Qur’an. Akan tetapi untuk memulainya, tidak salah jika kamu terlebih dahulu mengetahuinya dari membaca artikel ini. Untuk selanjutnya silahkan cari guru al-Qur’an yang dekat dengan tempat tinggalmu.
Adab-adab Tilawah al-Qur’an


Dalam membaca dan mendengar al-Qur’an, seorang muslim harus memperhatikan adab-adabnya sehingga bisa mendatangkan rahmat dan manfaat. Adab-adab itu ada yang bersifat qalbiyah dan ada juga yang bersifat zhahirah. Berikut adab-adab tilawah al-Qur’an yang dimaksud.

Adab-adab Qalbiyah

1. Ta’zhim

Memahami kalam Allah SWT yaitu dengan menghadirkan kebesaran kalam Allah SWT dan ketinggiannya, keutamaan kalam-Nya dari pada kalam yang lain bahwa yang ia baca bukanlah kalam manusia sehingga sampai pada tafakkur pada sifat Allah SWT dan Rububiyyah-Nya.

2. Tahdhirul Qalbi

Menghadirkan hati maksudnya adalah setiap pembaca al-Qur’an harus menghilangkan bisikan-bisikan jiwa dalam tilawah al-Qur’an.

3. Tadabbur

Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an:

Artinya: “Kitab yang Kami turunkannya kepada engkau penuh berkah, supaya ditadabburi ayat-ayatnya dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang ulul albab.” (Shad:29).

Abdullah bin Abdil Bir berkata, “Tidak ada gunanya ibadah kalau tidak memahami esensi dan tidak ada faedah tilawah tanpa tadabbur.”

4. Tafahhum

Maksudnya adalah berinteraksinya hati pada setiap ayat dan merenungi asma’ dan sifat Allah SWT dan mengambil ibrah dari kisah para Nabi dan juga melihat kekuasaan Allah SWT bahwa Allah tidak membutuhkan ketaqwaan orang muttaqin dan kefajiran orang-orang kafir.

5. Takhshish

Bermakna merasakan bahwa setiap ayat yang dia baca diperuntukkan secara khusus untuknya sehingga dia harus melaksanakan kandungan ayatnya.

6. Taatstsur

Bermakna menghadirkan suasana ayat yang ia baca, maka tatkala membaca ayat tentang ancaman, ia merasa takut dan gemetar, dan tatkala membaca ayat tentang janji ia merasa senang dan gembira, tatkala disebutkan nama Allah ia langsung tunduk dan tawadhu’ dan lembut hatinya dan tatkala disebut adzab orang kafir ia merasa takut kalau termasuk dalam golongan itu dan merasa malu kalau sifat-sifat mereka ada pada dirinya.

7. Takhalli

Takhalli bermakna menjauhkan diri dari hal-hal yang bisa menghalangi kepahaman, seperti terkonsentrasi pada tajwid saja, ta’ashshub kepada pendapat para ulama, bergumul dengan dosa-dosa, takabbur dan cinta terhadap dunia.

8. Tabarri

Tabarri bermaksud membebaskan dirinya dan apa-apa yang ada disekelilingnya dari kekuatan-kekuatan selain Allah SWT karena tidak ada daya dan upaya kecuali hanya kepada Allah SWT dan ia merasa ridha dan membersihkan dirinya.

Demikianlah adab-adab tilawah al-Quran yang bersifat Qalbiyah. Sekarang kita akan melanjutkan membahas adab-adab tilawah al-Qur’an yang bersifat Zhohirah.

Adab-adab Zhohirah

  1. Membersihkan diri dan tempat dari hadats dan najis serta bersiwak
  2. Memakai wangi-wangian dan memakai pakaian yang bagus
  3. Duduk dengan tenang dan khusyu’ serta menghadap kiblat
  4. Membaca al-Qur’an sesuai dengan urutan mushaf
  5. Menghadirkan kesedihan dan tangisan. Jikalau ia tidak bisa menangis maka hendaklah ia menangisi hatinya yang keras itu.
  6. Apabila ada seseorang yang ingin berbicara atau memberi salam kepadanya maka ia menghentikan tilawahnya dan menjawab salam itu baru ia melanjutkan tilawahnya.
  7. Kalau ia sedang menguap maka ia berhenti sebentar sampai ia selesai menguap.
  8. Makruh hukumnya menjadikan al-Qur’an sebagai sumber ma’isyah, membacanya di pasar, pada tempat-tempat yang lalai atau tempat berkumpulnya orang-orang yang bodoh seperti di warung kopi ata tempat untuk berfoya-foya.


Al-Qur’an adalah kalam-Nya yang agung dan mulia. Oleh sebab itu patutlah kita sebagai pembacanya untuk mengikuti adab-adabnya terlebih dahulu sebelum membacanya. Dengan mengikuti dan menjalankan adab-adab saat membacanya, maka insya Allah keberadaan al-Qur’an sebagai pedoman hidup dapat kita rasakan dengan sejelas-jelasnya. Insya Allah.

Jika sudah mengikuti adab-adabnya, maka segeralah untuk menghafalnya. Silahkan baca artikel bagaimana cara menghafal al-Qur’an dalam 1 bulan atau sebelumnya dapat membaca artikel bagaimana cara saya menghafal al-Qur’an secara asyik dan nikmat. Mudah-mudahan menjadi sebab hidayah untuk kita semua. Aamiin Ya Mujibassailiin.
Cara Menghafal Al-Qur’an dalam 1 bulan


Belakangan ini banyak sekali kita mendengar berbagai cara untuk menghafal Al-Qur’an secara cepat. Pertanyaannya adalah apakah memang benar adanya jika Al-Qur’an dapat dihafal dalam waktu singkat (cepat)? Jawabannya adalah iya. Saya sendiri sudah pernah mengikuti program percepatan (akselerasi) untuk menghafal Al-Qur’an. Banyak sahabat-sahabat saya yang berhasil mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an dalam waktu 1 bulan, bahkan ada yang kurang dari 1 bulan.

Lalu bagaimana caranya?

Sebelum kita membahas bagaimana cara menghafal al-Qur’an dalam 1 bulan, maka ada baiknya terlebih dahulu saya memberitahu beberapa hal penting terkait cara tersebut. Bagi saya, program tersebut adalah program yang merupakan sebuah penemuan brilian dalam menemukan cara/metode baru dalam menghafalkan al-Qur’an. Cara menghafal al-Qur’an ini memang terkesan mudah dan tentunya dapat menjadi syi'ar bagi masyarakat luas. Siapa yang tidak ingin dapat menghafal al-Qur’an sebanyak 30 Juz hanya dalam waktu 1 bulan saja? Tentu semua muslim tertarik untuk mengikutinya.

Cara menghafal al-Quran seperti yang saya sebutkan diatas juga sangat cocok untuk diikuti oleh orang yang sibuk dengan aktivitasnya. Hemat kata, orang tersebut hanya perlu 'mengasingkan' dirinya selama 1 bulan saja dengan tujuan agar bisa menghafal al-Qur’an 30 juz. Akan tetapi perlu diingat, program ini hanya bertujuan untuk menghafal saja, bukan berarti ketika kamu menyelesaikan program tersebut kamu sudah memiliki hafalan al-Qur’an 30 juz yang lancar dan bisa diuji, bukan!

Maka dari itu perlu penjelasan lebih lanjut sebelum nantinya kamu memutuskan untuk mengikuti cara menghafal al-Qur’an dengan cara seperti ini. Apa yang perlu kamu ketahui sebelum nantinya kamu 'mengasingkan' diri selama 1 bulan untuk hafal 30 juz?

Berikut beberapa hal yang perlu kamu ketahui:
  • Cara menghafal al-Quran dalam waktu 1 bulan ini cocok bagi kamu yang memiliki kesibukan yang super padat. Bila kamu tidak terlalu sibuk, kamu bisa menggunakan cara menghafal al-Qur’an yang seperti ini.
  • Cara menghafal al-Qur’an dalam waktu 1 bulan ini hanya untuk menghafal saja, tidak ada muroja’ah atau penguatan hafalan selama program berlangsung.
  • Tingkat istiqomah harus lebih tinggi. Tentunya istiqomah dalam hal menjaga hafalan yang sudah dihafal.
  • Harus bersedia dikarantina selama 1 bulan penuh. Tanpa penggunaan handphone, gadget atau sejenisnya.

Nah, pertimbangan diatas harus kamu pikir matang-matang sebelum mengikuti program menghafal al-Qur’an dalam 1 bulan tersebut. Akan ada bentuk 'pertanggungjawaban' langsung terhadap Allah dalam hal menjaga hafalan setelah proses menghafal berlangsung. Jadi, jika merasa berat untuk mengikuti cara menghafal al-Qur’an cepat seperti yang dijelaskan sebelumnya, maka lebih baik untuk menghafal al-Qur’an dengan cara yang lebih santai dan tidak terikat dengan waktu.

Baiklah. Sekarang kamu akan mengetahui bagaimana cara menghafal al-Qur’an hanya dalam waktu 1 bulan. Berikut langkah-langkahnya:

1. Setorkan hafalan sebanyak 20 halaman setiap harinya

20 halaman al-Qur’an itu sama dengan 1 Juz banyaknya. Kamu hanya perlu menyetorkan hafalan al-Qur’an sebanyak 20 halaman setiap harinya kepada muhafizh/ah (penerima setoran).

2. Membagikan 20 halaman sesuai waktu yang tersedia agar terasa lebih ringan
  • Selesai sholat Subuh - jam 07.00 / 08.00 pagi: Menyetorkan 7 halaman
  • Jam 09.00 - Sebelum sholat Zuhur : Menyetorkan 5 halaman
  • Selesai sholat Zuhur - Sholat Ashar : Menyetorkan 3 halaman
  • Selesai sholat Ashar - Sholat Maghrib : Menyetorkan 2 halaman
  • Selesai sholat Maghrib - Sholat Isya : Menyetorkan 2 halaman
  • Sholat Isya - jam 09.00 / 10.00 malam : Menyetorkan 1 halaman

Jika dijumlahkan, keseluruhan jumlah setoran halaman diatas adalah 20 halaman, itu artinya total halaman yang disetorkan setiap harinya adalah 1 Juz. Apabila kamu mengikuti target setoran seperti yang sudah dijelaskan diatas maka insya allah dalam waktu 30 hari (1 bulan) kamu akan mengkhatamkan hafalan al-Qur’an lengkap 30 Juz.

3. Menggunakan mushaf pilihanmu sendiri

Bagi saya pribadi, pemilihan penggunaan mushaf ini merupakan bagian penting dalam menghafal al-Qur’an. Sebaiknya menggunakan mushaf al-Qur’an yang sering kamu gunakan untuk tilawah (mengaji) sehari-hari. Ini bukan tanpa alasan. Mushaf ini ibarat teman dekat kita, jadi jika mushaf tersebut akrab dengan kita maka hal ini akan memudahkan kita untuk menghafal al-Qur’an. Oh iya, jangan lupa gunakan mushaf ustmani ya.

4. Baca halaman yang ingin dihafal sebanyak 20 kali lalu langsung disetorkan

Berani menyetorkan hafalan adalah suatu keharusan jika ingin menghafal al-Qur’an 30 Juz dalam waktu 1 bulan. Setiap detiknya harus digunakan dengan maksimal, karena dalam waktu paling lambat 30 menit kamu harus menyetorkan 1 halaman al-Qur’an kepada muhafizh/ah. Lalu bagaimana caranya?

Misalnya kamu ingin menghafal dan menyetorkan surah Al-Baqarah halaman 5. Nah, cukup kamu baca secara berulang-ulang halaman 5 dari surah Al-Baqarah itu (baca sesuai tajwid) sebanyak 20 kali, setelah itu lancar tidak lancar halaman 5 tersebut harus sudah disetorkan.

Sederhana saja caranya bukan? Apabila kamu merasa belum lancar saat ingin menyetorkan halaman tersebut maka buang anggapan seperti itu secepatnya karena itu akan membuang-buang waktu. Pokoknya, lancar tidak lancar disetorkan saja. Toh, pada program ini kita hanya menghafal dan menyetorkan hafalan, bukan menghafal sekaligus melancarkan hafalan. Ingat itu ya. Kamu bisa melancarkan hafalan setelah proses menghafal & menyetorkan hafalan berakhir.

5. Gunakan waktu istirahat dengan baik

Saya akui, cara menghafal al-Qur’an seperti ini membutuhkan banyak energi. Konsentrasi harus penuh dan tidak boleh lalai sedikitpun. Kebiasaan seperti ini kita jalani selama 30 hari. Tentu saja tidak ada kata jenuh dalam menghafal al-Quran. Namun, perlu disadari bahwa kita hanya manusia biasa yang mengenal istilah lelah. Oleh sebab itu jika sudah masuk waktu istirahat (jeda) maka gunakanlah dengan baik. Berusaha menghindari aktivitas-aktivitas yang sia-sia ketika sedang istirahat. Kalau lagi istirahat ya istirahat saja, jangan ngapa-ngapain. Hehe.

6. Sedikit berbicara

Hal ini adalah hal tersulit untuk kita hindari selama program berlangsung. Seperti mana biasanya tentulah ada interaksi antar teman yang sering kita saksikan diacara seserius apapun, termasuk program hafal Qur’an. Akan ada obrolan-obrolan santai yang sebenarnya dapat mengganggu kamu pada saat menghafal al-Qur’an. Nah, untuk menyiasati hal ini kamu bisa menggunakan waktu istirahat untuk berbicara atau sekedar ngobrol santai, bisa saja membicarakan atau melemparkan pertanyaan-pertanyaan seperti ini: “Bagaimana hafalannya? Lancar? Kamu sudah dapat berapa Juz,” dan lain-lain.

7. Mengikuti program karantina atau dauroh menghafal al-Qur’an 1 bulan

Tanpa masuk karantina, maka tingkat kesuksesan untuk mengkhatamkan hafalan al-Qur’an 30 juz dalam 1 bulan sangatlah kecil. Banyak sekali manfaat yang kita dapatkan jika bersedia untuk masuk karantina/dauroh, diantaranya adalah: mendapatkan bimbingan khusus dari para pengajar al-Qur’an yang sudah Hafizh, lebih fokus, lebih konsentrasi dan lain sebagainya.

Banyak informasi yang kamu dapatkan dari Google jika ingin mencari dan mengikuti program menghafal al-Qur’an dalam 1 bulan. Cukup ketik dikolom pencarian Google dengan kata kunci: ‘program hafal Qur’an 1 bulan.'

Demikian penjelasan sederhana saya terkait bagaimana cara menghafal al-Qur’an dalam waktu 1 bulan. Mudah-mudahan dapat membangkitkan gairah dan semangat teman-teman untuk menghafal al-Qur’an yang Agung lagi Mulia. Insya allah.
10 Fadhilah Membaca Al-Qur’an


Membaca Al-Qur’an itu akan mendatangkan sejuta kebaikan kepada para pembacanya, baik didunia maupun diakhirat kelak. Insya allah pahala dari membaca Al-Qur’an akan menjadi petunjuk kita didunia, penerang kubur kita nanti serta akan memberikan syafa’at (pertolongan) pada hari kiamat kelak. Berikut 10 Fadhilah Membaca Al-Qur’an:

1. Pemberi syafa’at pada hari kiamat kelak. Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: “Bacalah Al-Qur’an sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafa’at kepada para pembacanya.”

2. Menjadi orang (manusia) terbaik. Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar al-Qur’an dan mengajarkannya.”

Sungguh sabda nabi Muhammad ini harusnya menjadi penyemangat bagi kita untuk selalu belajar dan mengajarkan Al-Qur’an. Oleh sebab itu, jangan sekali-kali meremehkan mereka yang mengajarkan Al-Qur’an. Meskipun ‘pekerjaan’ mereka adalah mengajarkan Al-Qur’an yang seolah tidak menguntungkan dari sisi duniawi, tapi mereka adalah sebaik-baiknya manusia, begitulah yang disabdakan nabi Muhammad SAW.

3. Mendapat derajat yang tinggi. Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: “Orang yang membaca Al-Qur’an dengan mahir akan bersama para malaikat yang mulia dan orang yang membacanya dengan terbata-bata dan merasa berat akan mendapatkan dua pahala." (HR. Bukhari, Muslim)

Jadi jangan pernah merasa minder jika bacaan Al-Qur’an kamu masih terbata-bata. Asalkan diniatkan sungguh-sungguh agar mahir membaca Al-Qur’an, Insya allah 2 pahala yang akan kamu dapatkan.

4. Mendapatkan sakinah dan rahmah. Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: “Tidak berkumpul suatu kaum disalah satu rumah Allah untuk membaca Al-Qur’an dan mempelajarinya, kecuali turun atas mereka sakinah dan rahmah serta diliputi oleh malaikat dan Allah sebut mereka itu dihadapan malaikat disisi-Nya.” (HR. Muslim)

5. Mendapat sebaik-baik anugerah dari Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: “Siapa yang sibuk dengan al-Qur’an dan dzikir kepada-Ku dari meminta kepada-Ku akan Kuberi sebaik-baiknya pemberian-Ku kepada orang yang meminta dan kelebihan kalam Allah SWT atas kalam lain seperti kelebihan Allah SWT atas segala makhluk-Nya.” (HR. Turmudzi)

6. Mendapatkan pahala yang berlimpah dari Al-Qur’an. Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu akan dilipatgandakan sepuluh kali, aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, tapi alif itu satu huruf lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR. Turmudzi).

Bayangkan jika kamu menghafal al-Qur’an! Berapa banyak kamu mengulang-ngulang halaman/ayat yang ingin kamu hafal? Lalu pada saat muroja’ah? Berapa kali pengulangan yang kita lakukan? Apakah kamu sanggup menghitung setiap hurufnya? Masya Allah, sungguh pahala yang berlimpah akan kita dapatkan jika selalu bersama al-Qur’an (membaca).

7. Al-Qur’an akan meninggikan derajatnya di surga. Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: “Akan dikatakan kepada shahibul Qur’an, “Bacalah, dan naiklah..serta ditartilkan al-Qur’an sebagaimana engkau dahulu mentartilkannya didunia, sesungguhnya kedudukanmu di surga di akhir ayat yang dibaca.” (HR. Abu Daud dan Turmudzi)

8. Al-Qur’an merupakan hidangan Allah SWT yang diberikan kepada para pembacanya. Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: “Bacalah Al-Qur’an maka sesungguhnya Allah SWT tidak mengadzab hati yang memahami al-Qur’an dan sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah hidangan Allah SWT. Barangsiapa yang masuk kedalamnya maka ia akan tenang dan barangsiapa yang menyukai al-Qur’an maka hendaklah diberi kabar gembira.” (HR. Ad-Darimy).

9. Para pembacanya akan mendapatkan kehormatan berupa mahkota mulia yang diberikan kepada kedua orang tuanya. Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: “Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya maka Allah SWT akan memakaikan mahkota kehormatan kepada kedua orangtuanya pada hari kiamat, cahayanya lebih bagus daripada cahaya matahari di dunia. Maka bagaimana perasaanmu dengan yang yang beramal seperti ini.” (HR. Abu Daud).

10. Orang yang membaca al-Qur’an seperti pedagang yang selalu beruntung. Allah SWT berfirman:

Artinya: “Sesungguhnya orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat serta menafqahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara diam-diam atau terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan rugi.” (Surah Fathir ayat 29).

Masih banyak hadits maupun ayat-ayat al-Qur’an yang menerangkan bahwa ada sejuta kebaikan bagi para pembacanya, baik yang diperolehnya didunia maupun diakhirat. Mudah-mudahan artikel 10 Fadhilah Membaca Al-Qur’an ini dapat kembali menumbuhkan semangat teman-teman untuk gemar membaca Al-Qur’an, terlebih menghafal lalu mengamalkannya.