Latest Posts

Cara Menghafal Al-Qur’an ‘ala’ Saya

By 5:58 AM

Cara Menghafal Al-Qur’an ‘ala’ Saya


Belakangan ini ada banyak sekali cara menghafal Al-Qur’an (metode) yang dapat kita jadikan sebagai sumber inspirasi. Sempat terdengar oleh saya berbagai metode/cara untuk hafal Al-Qur’an yaitu menghafal Al-Qur’an dengan jari, menghafal Al-Qur’an menggunakan otak kanan, menghafal Al-Qur’an one day one ayat (metode Ustadz Yusuf Mansur), dan masih banyak lagi metode-metode lainnya. Lalu pertanyaannya adalah apakah metode tersebut benar-benar dapat membantu kamu untuk menghafal Al-Qur’an dengan mudah? Bisa iya, bisa tidak!

Jika anda 'menuhankan' metode untuk dapat menghafal Al-Qur’an maka jawabannya adalah tidak. Benar, kamu akan menemui berbagai kesulitan pada saat menghafal Al-Qur’an jika kamu bertumpu pada metode saja. Nah, jika kamu 'menuhankan' Allah, maka insya allah kamu akan dimudahkan oleh Allah untuk menghafal kitab suci-Nya yang mulia itu. Awal dari semua ini adalah jangan menuhankan metode, pertuhankanlah Allah.

Jika sudah menuhankan Allah, maka insya allah metode apapun dapat mempermudah kamu untuk menghafal Al-Qur’an. Al-Qur’an ini kan kitab-Nya, jadi yang paling dianjurkan adalah meminta kepada-Nya agar kamu dimudahkan untuk menghafal dengan bantuan metode apapun. Jika menuhankan metode maka kamu akan menyalahkan si penggagas/penemu metode jika nantinya kamu menemui kebuntuan saat menghafal. Sekali lagi, jika menuhankan Allah insya allah proses menghafal Al-Qur’an ini akan sangat mudah & nikmat.

Setiap penghafal Al-Qur’an itu punya cerita, mereka punya cara sendiri untuk menghafal Al-Quranulkarim. Begitu juga dengan saya, saya pun punya cerita yang insya allah bisa menginspirasi teman-teman untuk menghafalkan Al-Qur’an. Apa yang biasanya saya lakukan untuk menghafal Al-Qur’an? Bagaimana orang biasa seperti saya bisa hafal quran? Saya tidak paham bahasa arab, saya tidak pernah mondok alias saya bukan santri.

Begini lho caranya.

Baca halaman yang ingin dihafal secara berulang-ulang sebanyak 20 kali (minimal).

Terserah percaya atau tidak, alhamdulillah saya dapat menghafalkan 1 halaman dengan hanya membacanya secara berulang-ulang sebanyak minimal 20 kali ulang. Saya membacanya dengan tartil (tidak terlalu pelan, tidak terlalu cepat). Ditambah dengan sedikit irama dan tentunya penerapan ilmu tajwid saat sedang membaca setiap ayatnya. Itu saja? Tidak! Ada kebiasaan khusus yang saya lakukan sebelum itu. Mau tahu?

Mendengarkan murottal (MP3)

Terlebih dahulu saya mendengarkan murottal (MP3) yang dibawakan oleh Syeikh-syeikh masyhur seperti Syeikh Hani Ar-rifa’i, Syeikh Abdurrahman As-Sudais, Syeikh Mishari Rasyid Al-Afasy dan syeikh-syeikh lainnya. Gunakan headset/earphone untuk meningkatkan kualitas pendengaran yang maksimal. Saat mendengarkan murottal tersebut, kamu menyimaknya dengan mengarahkan pandangan ke mushaf Al-Qur’an yang kamu gunakan untuk menghafal al-quran. Dengarkan murottal syeikh tersebut dan perhatikan bacaannya. Tugas kamu saat itu adalah hanya mendengarkan jangan mengikuti bacaannya. Ya, cukup dengarkan saja.

Langkah selanjutnya adalah cukup dengarkan murottal halaman yang ingin kamu hafal sebanyak 5 kali saja. Setelah itu, matikan (stop) murottal tersebut lalu bacalah halaman Al-Qur’an yang ingin kamu hafal secara berulang-ulang sebanyak 20 kali (minimal). Saat membaca, perhatikan tajwidnya, iramanya, panjang pendeknya. Insya allah, dengan mendengarkan murottal seperti ini kamu akan mengetahui panjang pendeknya, mad, makharijul huruf-nya dan lain-lain. Karena kesuksesan dalam menghafal Al-Qur’an itu terletak pada kelancaran, kebenaran (tajwid) saat membaca Al-Qur’an.

Waktu terbaik untuk menghafal Al-Qur’an

Setelah dua langkah ini kamu lakukan maka perhatikan waktunya. Setahu saya ada beberapa waktu terbaik untuk menghafal Al-Qur’an diantaranya adalah sebelum dan setelah sholat subuh, setelah selesai sholat ashar atau waktu diantara sholat maghrib dan sholat isya. Sebenarnya perihal waktu ini sangat relatif, karena menurut saya semua waktu adalah baik apabila dihabiskan bersama Al-Qur’an.

Kesibukan adalah salah satu tantangan yang harus kita hadapi untuk dapat menghafalkan Al-Qur’an. Oleh sebab itu, ada waktu-waktu terbaik untuk menghafal Al-Qur’an tanpa harus meninggalkan rutinitas kita. Inilah beberapa waktu terbaik untuk menghafal al-quran bagi orang sibuk: Sebelum dan setelah sholat subuh dan waktu diantara sholat maghrib dan sholat isya. Jika diistilahkan dengan gaya bahasa yang sederhana maka kamu dapat menghafal Al-Qur’an sebelum dan setelah pulang kantor/kuliah. Mudah bukan?

Jika kamu sudah menentukan waktu terbaikmu bersama Al-Qur’an (menghafalkan al-quran) maka sampai tahapan ini sebetulnya kamu sudah memenuhi syarat untuk menghafal Al-Qur’an. Agar lebih rinci, berikut saya uraikan kembali tahapan-tahapan menghafal al-quran ‘ala’ saya:

  • Tentukan waktu untuk menghafal Al-Qur’an
  • Dengarkan murottal/MP3 sebanyak 5 kali (minimal)
  • Baca halaman yang ingin dihafal sebanyak 20 kali (minimal)
  • Setorkan hafalan tersebut kepada para muhafizh (guru tahfizh) yang ada disekitarmu. Jika tidak ada, maka kamu bisa meminta bantuan seseorang untuk menyimak hafalan Qur’anmu (dianjurkan mencari orang yang lancar membaca al-quran sesuai tajwid)


Bagaimana? Mudah bukan? Oh iya, akan ada artikel lanjutan setelah ini yang membahas kapan dan bagaimana cara kamu menyetorkan hafalan harian kamu agar semuanya berjalan dengan baik. Tanpa target setoran khusus akan sangat sulit untuk mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an. Nah, untuk itu silahkan baca artikel selanjutnya dan silahkan praktikkan apa yang sudah kamu baca dan dapatkan didalam artikel ini. Mudah-mudahan dapat dipahami dengan baik. Wallahualam.

1 comments

  1. wah menarik tuh ustad . waktu mengahfal nya mungkin selama ini saya kurang pas .. nanti akan saya coba mengahfal al-quran ketika waktu sebelum subuh dan sesudah subuh .. ^_^

    ReplyDelete