Latest Posts

Cara Muroja'ah Rasulullah SAW

By 7:06 AM

Cara Muroja'ah Rasulullah SAW


Sudah punya hafalan Al-Qur’an tapi kesulitan untuk menjaga hafalan tersebut? Sudah hafal 5 juz tapi hanya 2 juz yang masih teringat? Mengapa bisa seperti itu? Nah, perlu diketahui bahwa lupa setelah menghafal tidaklah berdosa, itu manusiawi. Akan tetapi jika sengaja melupakan setelah menghafalnya itulah yang berpotensi menjadi sebuah dosa. Lalu bagaimana untuk menjaga hafalan tersebut? Murojaahlah!

Muroja’ah adalah proses mengulang-ngulang hafalan baik secara sirr maupun jahr, baik dengan melihat atau menutup mushaf Al-Qur’an. Setiap orang punya cara sendiri untuk muroja'ah, hal ini dikarenakan ketersediaan waktu yang dimilikinya ataupun faktor lainnya. Namun perlu diketahui bahwa baginda kita, nabi besar kita Muhammad SAW pun punya cara sendiri ketika akan muroja’ah. Bagaimana caranya? Beginilah cara muroja’ah Rasulullah SAW.

Sebelum kamu mengetahui bagaimana cara muroja'ah Rasulullah, terlebih dahulu kamu harus tahu kenapa sih kamu harus merutinkan muroja’ah?

Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Perumpamaan penghafal Al-Qur’an laksana unta yang terikat. Jika ia selalu menjaganya, ia akan tetap mempertahankannya, dan jika dilepaskan, ia akan pergi. Apabila penghafal Al-Qur’an membacanya pada malam dan siang, ia akan selalu mengingatnya, dan jika tidak ia baca, ia akan melupakannya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan lainnya)

Hadits diatas harusnya menjadi ‘alarm’ kepada para penghafal Al-Qur’an bahwa hafalan Al-Qur’annya haruslah tetap dijaga dengan cara rutin untuk melakukan muroja’ah, pagi dan siang, persis seperti bunyi hadits diatas. Nah, itulah salah satu sebab mengapa setiap para penghafal Al-Qur’an itu harus rajin muroja’ah, jika malas maka bukan tidak mungkin hafalan tersebut kembali hilang. Kita berdoa mudah-mudahan kita semua istiqomah menjaga hafalan Al-Qur’an yang sudah pernah kita hafal sebelumnya. Aamiin.

Baik, lalu bagaimana cara muroja’ah Rasulullah?

Rasulullah SAW membagi Al-Qur’an menjadi 7 bahagian, artinya setiap minggu Rasulullah SAW mengkhatamkan Al-Qur’an.

Aus bin Hudzaifah berkata:

“Aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah SAW, ‘Bagaimana cara kalian membagi Al-Qur’an?’ Mereka berkata, ‘3 surah, 5 surah, 7 surah, 10 surah, 11 surah, hizb mufashsal dari surah Qaf hingga khatam.’” (HR. Ahmad).

Penjelasannya sebagai berikut:

  • Pada hari pertama membaca surah Al-Fatihah hingga akhir surah An-Nisa’
  • Pada hari kedua membaca surah Al-Maidah hingga akhir surah At-Taubah
  • Pada hari ketiga membaca surah Yunus hingga akhir surah An-Nahl
  • Pada hari keempat membaca surah Al-Isra’ hingga akhir surah Al-Furqan
  • Pada hari kelima membaca surah Asy-Syu’ara’ hingga akhir surah Yasin
  • Pada hari keenam membaca surah Ash-Shaffat hingga akhir surah Al-Hujurat
  • Pada hari ketujuh membaca surah Qaf sampai surah An-Nas (Khatam)

Hizb Nabi Muhammad SAW tersebut disatukan oleh para ulama dalam kalimat yang diindonesiakan seperti berikut: famiy bisyauqin.

Setiap huruf dari dua kalimat ini adalah permulaan hizb nabi Muhammad SAW pada setiap harinya.

  • Huruf fa’ adalah simbol surah Al-Fatihah yang mengisyaratkan hizb hari pertama yang dimulai dari surah tersebut.
  • Huruf mim, mengisyaratkan permulaan hizb pada hari kedua yang dimulai dari surah Al-Maidah.
  • Huruf ya, mengisyaratkan permulaan hizb pada hari ketiga yang dimulai dari surah Yunus.
  • Huruf ba, mengisyaratkan permulaan hizb pada hari keempat yang dimulai dari surah Al-Isra’.
  • Huruf syin, mengisyaratkan permulaan hizb pada hari kelima yang dimulai dari surah Asy-Syu’ara’.
  • Huruf wawu, mengisyaratkan permulaan hizb pada hari keenam yang dimulai dari surah Ash-Shaffat.
  • Huruf qaf, mengisyaratkan permulaan hizb pada hari ketujuh yang dimulai dari surah qaf sampai dengan akhir surah An-Nas (khatam).

Kamu bisa mencontoh cara Nabi Muhammad SAW ketika melakukan muroja’ah. Akan tetapi cara muroja’ah nabi ini lebih ideal bagi yang sudah mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an sebanyak 30 Juz, lengkap dan menyeluruh. Jika kamu belum menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 Juz maka bisa menerapkan sistem muroja’ah ini untuk tilawah atau mengaji seperti biasa.

Dengan mengikuti hizb Nabi Muhammad saw seperti yang dicantumkan diatas maka kamu dapat mengkhatamkan bacaan (tilawah) Al-Qur’an seminggu sekali. Insya allah. Lalu bagaimana jika hafalannya masih sedikit? Bagaimana cara muroja’ah yang lebih cocok? Insya allah ada caranya! Pada artikel selanjutnya saya akan membahas bagaimana cara muroja’ah untuk hafalan yang masih sedikit. Ditunggu saja ya. Hee.

Referensi Buku: Orang Sibuk Pun Bisa Hafal Al-Qur'an oleh Dr. Abdul Muhsin & Dr. Raghib As-Sirjani, diterbitkan oleh PQS Publishing.

0 comments