Latest Posts

Adab-adab Tilawah al-Qur’an

By 11:59 PM ,

Adab-adab Tilawah al-Qur’an


Dalam membaca dan mendengar al-Qur’an, seorang muslim harus memperhatikan adab-adabnya sehingga bisa mendatangkan rahmat dan manfaat. Adab-adab itu ada yang bersifat qalbiyah dan ada juga yang bersifat zhahirah. Berikut adab-adab tilawah al-Qur’an yang dimaksud.

Adab-adab Qalbiyah

1. Ta’zhim

Memahami kalam Allah SWT yaitu dengan menghadirkan kebesaran kalam Allah SWT dan ketinggiannya, keutamaan kalam-Nya dari pada kalam yang lain bahwa yang ia baca bukanlah kalam manusia sehingga sampai pada tafakkur pada sifat Allah SWT dan Rububiyyah-Nya.

2. Tahdhirul Qalbi

Menghadirkan hati maksudnya adalah setiap pembaca al-Qur’an harus menghilangkan bisikan-bisikan jiwa dalam tilawah al-Qur’an.

3. Tadabbur

Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an:

Artinya: “Kitab yang Kami turunkannya kepada engkau penuh berkah, supaya ditadabburi ayat-ayatnya dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang ulul albab.” (Shad:29).

Abdullah bin Abdil Bir berkata, “Tidak ada gunanya ibadah kalau tidak memahami esensi dan tidak ada faedah tilawah tanpa tadabbur.”

4. Tafahhum

Maksudnya adalah berinteraksinya hati pada setiap ayat dan merenungi asma’ dan sifat Allah SWT dan mengambil ibrah dari kisah para Nabi dan juga melihat kekuasaan Allah SWT bahwa Allah tidak membutuhkan ketaqwaan orang muttaqin dan kefajiran orang-orang kafir.

5. Takhshish

Bermakna merasakan bahwa setiap ayat yang dia baca diperuntukkan secara khusus untuknya sehingga dia harus melaksanakan kandungan ayatnya.

6. Taatstsur

Bermakna menghadirkan suasana ayat yang ia baca, maka tatkala membaca ayat tentang ancaman, ia merasa takut dan gemetar, dan tatkala membaca ayat tentang janji ia merasa senang dan gembira, tatkala disebutkan nama Allah ia langsung tunduk dan tawadhu’ dan lembut hatinya dan tatkala disebut adzab orang kafir ia merasa takut kalau termasuk dalam golongan itu dan merasa malu kalau sifat-sifat mereka ada pada dirinya.

7. Takhalli

Takhalli bermakna menjauhkan diri dari hal-hal yang bisa menghalangi kepahaman, seperti terkonsentrasi pada tajwid saja, ta’ashshub kepada pendapat para ulama, bergumul dengan dosa-dosa, takabbur dan cinta terhadap dunia.

8. Tabarri

Tabarri bermaksud membebaskan dirinya dan apa-apa yang ada disekelilingnya dari kekuatan-kekuatan selain Allah SWT karena tidak ada daya dan upaya kecuali hanya kepada Allah SWT dan ia merasa ridha dan membersihkan dirinya.

Demikianlah adab-adab tilawah al-Quran yang bersifat Qalbiyah. Sekarang kita akan melanjutkan membahas adab-adab tilawah al-Qur’an yang bersifat Zhohirah.

Adab-adab Zhohirah

  1. Membersihkan diri dan tempat dari hadats dan najis serta bersiwak
  2. Memakai wangi-wangian dan memakai pakaian yang bagus
  3. Duduk dengan tenang dan khusyu’ serta menghadap kiblat
  4. Membaca al-Qur’an sesuai dengan urutan mushaf
  5. Menghadirkan kesedihan dan tangisan. Jikalau ia tidak bisa menangis maka hendaklah ia menangisi hatinya yang keras itu.
  6. Apabila ada seseorang yang ingin berbicara atau memberi salam kepadanya maka ia menghentikan tilawahnya dan menjawab salam itu baru ia melanjutkan tilawahnya.
  7. Kalau ia sedang menguap maka ia berhenti sebentar sampai ia selesai menguap.
  8. Makruh hukumnya menjadikan al-Qur’an sebagai sumber ma’isyah, membacanya di pasar, pada tempat-tempat yang lalai atau tempat berkumpulnya orang-orang yang bodoh seperti di warung kopi ata tempat untuk berfoya-foya.


Al-Qur’an adalah kalam-Nya yang agung dan mulia. Oleh sebab itu patutlah kita sebagai pembacanya untuk mengikuti adab-adabnya terlebih dahulu sebelum membacanya. Dengan mengikuti dan menjalankan adab-adab saat membacanya, maka insya Allah keberadaan al-Qur’an sebagai pedoman hidup dapat kita rasakan dengan sejelas-jelasnya. Insya Allah.

Jika sudah mengikuti adab-adabnya, maka segeralah untuk menghafalnya. Silahkan baca artikel bagaimana cara menghafal al-Qur’an dalam 1 bulan atau sebelumnya dapat membaca artikel bagaimana cara saya menghafal al-Qur’an secara asyik dan nikmat. Mudah-mudahan menjadi sebab hidayah untuk kita semua. Aamiin Ya Mujibassailiin.

0 comments