Latest Posts

Waktu & Cara Terbaik Menyetorkan Hafalan Al-Qur’an

By 6:02 AM

Waktu & Cara Terbaik Menyetorkan Hafalan Al-Qur’an


Pada artikel sebelumnya sudah saya bagikan bagaimana cara menghafal Al-Qur’an. Apakah kamu sudah mempraktikkannya? Jika sudah, alhamdulillah. Jika belum maka bersegeralah. Tidak ada waktu terbaik selain waktu bersama Al-Qur’an. Nah, jika kamu sudah memulai menghafal Al-Quran maka sudah pasti waktu kamu bersama Al-Qur’an akan lebih banyak dibandingkan pada saat sebelum kamu menghafalkannya. Apabila kamu sudah berhasil menghafalkan beberapa ayat/halaman/surah dari Al-Qur’an maka sekarang waktunya untuk menyetorkan hafalan tersebut. Silahkan simak artikel ini, kita sedang membahas tentang waktu & cara terbaik untuk menyetorkan hafalan Al-Qur’an.

Sebelum itu akan saya jelaskan apa pentingnya untuk segera menyetorkan hafalan Al-Qur’an yang sudah kamu hafal. Begini, sebenarnya tanpa disetorkan pun hafalan tersebut sudah terhafal diingatan kamu, insya allah kamu sudah bisa melafazhkannya tanpa harus membuka Al-Qur’an. Nah, masalahnya tentu masih ada berbagai macam kekeliruan pada hafalanmu itu, salah satunya mungkin pada tanda baca, yang seharusnya baris atas (fathah) malah dibaca baris bawah (kasrah) atau sebaliknya. Oleh sebab itu, hafalan tersebut harus disetorkan dengan tujuan agar hafalan tersebut menjadi sempurna dan benar dalam ingatanmu.

Menurut pengalaman saya pribadi, hafalan yang sudah salah diawal akan sangat sulit diubah/diganti/diperbaiki apabila ia (hafalan) sudah menjadi ingatan jangka menengah. Sebelum hafalan tersebut lengket diingatanmu maka perlu ada perbaikan terlebih dahulu, caranya adalah dengan menyetorkan hafalan tersebut kepada para muhafizh atau muhafizhah (guru-guru yang hafizh Qur’an). Bila hafalan tersebut sudah disetorkan maka insya allah akan lebih mutqin (kokoh/sempurna) dan tentunya sesuai dengan tajwid yang berlaku. Insya allah.

Cara Menyetorkan Hafalan

Cara menyetorkan hafalan ini pun sangat bervariasi. Ada yang menerapkan setor per halaman, per setengah halaman atau pun per ayat. Mana yang lebih bagus? Kalau saya boleh jujur, maka hafalan yang disetorkan sebanyak 1 halaman sekaligus (sekali setor/duduk) akan lebih maksimal, mengapa demikian? Saya tidak bisa menjawab secara pasti perihal ini, namun banyak sekali halaqoh tahfizh yang menerapkan sistem seperti ini (setoran minimal 1 halaman).

Lalu bagaimana jika menyetorkan per setengah halaman? Jika 2 kali setor jumlahnya juga 1 halaman kan? Benar, dan boleh-boleh saja jika ingin menyetorkan hafalan per setengah halaman. 1 halaman berjumlah 15 baris (mushaf Utsmani), jadi 1 halaman ini dibagi 2 bagian. Kamu boleh menyetorkan 8 baris terlebih dahulu, lalu melengkapi 7 baris berikutnya ataupun boleh melakukan sebaliknya, 7 baris setoran pertama lalu dilanjutkan dengan 8 baris berikutnya. Istilah saya, setorannya 2 kali balik.

Saya pribadi sangat menyarankan supaya kamu dapat menyetorkan 1 halaman per sekali duduk. Jika terasa berat, maka bisa diringankan menjadi setoran setengah halaman alias dua kali balik. Bagaimana jika setorannya per ayat? Atau one day one ayat? Boleh-boleh saja kok, gak ada yang ngelarang. Tapi alangkah baiknya kamu dapat menyetorkan hafalanmu sekurang-kurangnya setengah halaman.

Jika ada istilah one day one ayat (satu hari satu ayat), maka bagi saya istilah tersebut menjadi one day one page atau satu hari satu halaman. Insya allah bisa! Coba deh buka arti dari ayat kedua surah Thaha. Allah tidak pernah menurunkan Al-Qur’an untuk menyusahkan kita. Itu artinya tidak ada kata susah dalam menghafal Al-Qur’an. Setoran 1 halaman insya allah bisa! One day one page, 1 hari 1 halaman! Siap? Hehe.

Waktu Terbaik Menyetorkan Hafalan

Jika kamu sudah siap untuk menyetorkan 1 hari halaman setiap harinya maka pertanyaannya adalah kapan setoran tersebut disetorkan? Pagi? Siang? Sore? Malam? Ingat, pada artikel sebelumnya sudah dijelaskan mulailah menghafal pada saat sebelum dan sesudah sholat subuh dan setelah ashar atau setelah maghrib (ini waktu untuk orang yang tergolong sibuk). Jika kamu mengikuti panduan tersebut dengan baik maka insya allah pada malam harinya (setiap malam) kamu akan ‘ready’ untuk menyetorkan 1 halaman penuh kepada seorang ustadz atau ustadzah.

Malam! Ya, malam waktu terbaik untuk menyetorkan hafalan. Setorkan hafalan tersebut pada malam hari mulai dari setelah sholat isya sampai dengan selesai. Kepada siapa kamu dapat menyetorkan hafalan itu? Kepada ustadz-ustadzah, jika sulit menjumpai ustadz-ustadzah tersebut karena satu dan lain hal kamu bisa meminta bantuan siapa saja (orang rumah) untuk menyimak hafalan tersebut.

Beginilah proses setoran hafalan tersebut. Setiap malamnya kamu ‘ditargetkan’ untuk menyetorkan 1 halaman, ada orang yang menyimak dan membetulkannya. Yaph, begitu saja prosesnya. Mudah bukan?

0 comments